Talitha's

Moon and Star

twitter.com/FloraTalitha:

    "Jangan pernah berpikiran buruk, itu melelahkan diri sendiri, sayang. Mengertilah bila aku tak menyayangimu, aku takkan melangkah sejauh ini."
    (via karizunique) Dulu tuh kayak gini bukan, Div?
    — 2 months ago with 68 notes
    The things i’ll do.

    Aku, seorang gadis yang sedang menjalani hidup hampir 20 tahun di dunia ini. Tak terasa bukan? 20 tahun seperti 20 hari. Aku, seorang gadis yang hingga saat ini masih bernaung dibawah nama orang tuaku, yang masih belum mengetahui arti sesungguhnya dari hidup.

    Perbincangan hangat dengan my super dad and my lovely mom terasa sebentar. Waktu berputar begitu cepat ketika aku, dan kedua orang tuaku berbicara tentang masa depan.

    Dengan menggebu-gebu, Ayahku bercerita padaku, mengarahkanku ke jalan yang memang sudah seharusnya ku lalui. Menjadikanku ‘seseorang’ yang berguna untuknya, dan juga untuk orang lain. Merancang masa depanku. Dari sorot matanya terpancar kebahagiaan. Lalu, yang harus aku lakukan adalah bagaimana caranya membuat impiannya menjadi nyata

    Bismillah, ya Allah, ridhoi setiap langkahku. Jangan hapuskan senyum di wajah Ayahku. Jadikanlah aku orang yang berguna.

    With lots of love,

    Your lovely daughter.

    — 2 months ago
    My little pieces life.

    Ketika hujan meneduhkan bumi, seorang gadis termenung. Berfikir keras, akan jadi apa dia nanti? Akankah dia menjadi ‘seseorang’ bagi kedua orang tuanya? Akankah dia bisa membanggakan kedua orang tuanya? Apa yang akan terjadi selanjutnya? 

    Sang gadis pun tersenyum sambil sesekali membayangkan, indahnya masa ketika Ayah dari gadis itu masih bisa mengangkat badannya yang mungil jika dia tertidur di sofa, ketika Ibu dari gadis itu masih bisa memandikan putri kecilnya tersebut, ketika Kakak dari gadis itu masih selalu memperdebatkan hal hal kecil bersama gadis kecil itu, ketika Adik-adik dari gadis itu mengganggunya, menjahilinya, meminta sang kakak untuk menemani tidurnya.. gadis itu pun tersenyum getir, air mata perlahan turun membasahi pipinya. Ya, ia rindu masa-masa itu. Masa-masa ketika keluarganya masih tinggal satu atap, bersama..

    Seiring berjalannya waktu, semakin menuanya umur, tiba lah saatnya sang Kakak harus pergi merantau demi menggapai cita-cita. Demi orang tua. Waktu bergulir dengan cepat, sekarang, giliran aku, gadis itu, yang harus pergi merantau, jauh dari orang tua, jauh dari saudara-saudara, jauh dari semuanya..

    Senyum manis Ibu, kecupan di dahi dari seorang Ayah, pelukan hangat dari Kakak dan Adik-adik, adu argumen bersama kakak dan adik. Hujan telah membuat semuanya kembali. Mengingatkanku akan masa-masa itu. Aku rindu, Bu. Aku rindu, Pa. Aku rindu, Kak. Aku rindu, Kang. Aku rindu, De. Aku rindu kalian.. malaikat-malaikatku.

    Aku ingin kembali ke masa-masa sekolah. Berangkat pagi bersama adik dan kakak, diantar oleh sang Ayah yang baiknya seperti malaikat dan rupanya menawan:) Ibu yang selalu bangun paling pagi demi menyiapkan seragam anak-anaknya, demi membuatkan sarapan dan susu untuk anak dan suaminya, Ibu yang tak mengenal kata lelah, Ibu yang kuat, Ibu yang melindungi.. Kakak yang menghabiskan waktu berjam-jam di kamar mandi, Bimo yang selalu bangun ketika matahari sudah tinggi, dan Ade yang selalu bangun subuh, seperti Ibu:)

    Ah, mungkin ingatanku terlalu dalam.. aku jadi teringat masa-masa putih-biru. Ketika aku dinyatakan sebagai siswa kelas Bilingual, ketika aku mendapat teman baru, ketika aku masuk ke ekstrakulikuler olahraga basket, ketika aku bertemu kembali dengan seseorang yang sudah kukagumi sejak aku di bangku sekolah dasar, ketika setiap langkah dan gerakku diikutinya, ketika aku mulai merasa ‘tertarik’ kepada seonggok daging berjenis kelamin lelaki, haha. Ketika aku pertama kali merasa sesak ketika harus berpapasan dengannya, ketika ada seorang anak lelaki yang menanyakanku, ketika ada seorang anak lelaki yang tertarik untuk mengetahui keseharianku, ketika ada seorang anak lelaki yang mengirimiku pesan “selamat pagi” dan “selamat malam”, ketika ada seorang anak lelaki yang membuatku jatuh cinta padanya, sampai detik aku menulis tulisan ini….

    Each girl has one boy they will never lose feelings for.

    And that word’s exist. Sejauh apapun jarak yang memisahkan, sejauh apapun hati kita, sejauh apapun perasaan kita, my feelings has no expire date. Karena untuk mencintai dan memahami seseorang itu bukan perkara mudah.

    Apa kalian pernah merasakan hal serupa? Ketika kalian diabaikan and guess what? Your feelings has no change. You cry, a little, and then you laugh. Menertawakan kebodohan kalian. Kebodohan menunggu. Waiting for nothing. Spent your time for waiting someone like him. Yang mengabaikanmu seperti kita mengabaikan orang yang berlalu lalang di hadapan kita.

    Tapi, daun yang jatuh tak pernah membenci angin bukan?

    — 2 months ago
    dua puluh untukmu, A (5) →

    abcdefghindrijklmn:

    1. Kupu-kupu yang terbang di dadaku, A, selalu gagal mengerti arah yang tak menujumu.
    2. Meski kelak takdir mengikat kita pada hati yang entah, kupastikan, A, bersamaku bukanlah keputusan yang salah.
    3. Kata-kataku tak mau memahami pergimu. Adakah yang lebih sedih, A, daripada menanti yang sudah…
    — 2 months ago with 75 notes
    Sedih:(

    Jadi ceritanya, petang ini aku nopi sama melan ngobrol kan.. eh ngobrolin pacaran. iiiih pengen pacaran, pengen langsung nikah tapi deh, gamau yang maen maen lagi. mau yang serius. mau di seriusin:(

    — 2 months ago

    Hahaha..

    T :Kaaaa... aku pulang ya, kaka hatihati disana
    A :Iya, lita juga hatihati dijalan sama disana yah, sampai ketemu di liburan selanjutnya :D
    — 3 months ago

    27 November 2011

    A :Eh, udah di kunci belum sih tadi? Aduh lupa
    T :Hayoloooh ntar ilang gimana?
    A :Gak bakal ilang deh, kalo ada yg bawa kabur juga pasti keliatan kan dari sini
    T :Didalemnya ada barang berharga gak kak?
    A :Enggak, yg berharganya juga udah kaka bawa
    T :Apa? Hp? Dompet? Atau kuncinya?
    A :Yang berharganya kan Talitha
    T :........................
    — 3 months ago

    Lupa sama siapa dan kapan

    N :Idil tuh sayang banget deh sama citok
    T :Loh kok bisa mikir gitu?
    N :Soalnya mau maunya gitu ngejemput citok yang rumahnya cuma 5 langkah dari sekolah, sedangkan rumah idil di mangkubumi kan? jauh tok
    T :Oh hahaha kamu liat waktu kapan?
    N :Waktu pulang kemah ituloh, romantis banget bikin envy tau tok
    T :Hahahahahaha....
    — 3 months ago
    "Segala kesalahanku, telah memperbaiki aku. Maafmu, membuatnya lebih."
    — 5 months ago with 51 notes